Apa Itu Bekam?
Bekam (hijamah) adalah metode terapi yang telah dikenal luas dalam khazanah pengobatan Timur Tengah, Tiongkok, dan Islam sejak ribuan tahun silam. Prinsip dasarnya adalah menciptakan tekanan negatif (vakum) pada permukaan kulit menggunakan cangkir khusus (cup), sehingga kulit dan jaringan di bawahnya tersedot ke dalam cangkir. Vakum ini menyebabkan pelebaran pembuluh darah kapiler, peningkatan aliran darah lokal, dan pada gilirannya merangsang proses detoksifikasi serta regenerasi jaringan. Secara garis besar, bekam terbagi menjadi dua jenis utama: bekam kering (dry cupping) dan bekam basah (wet cupping/hijamah).
Bekam Kering — Terapi Tanpa Sayatan
Bekam kering dilakukan tanpa sayatan atau pengeluaran darah. Cangkir dipasang pada titik-titik tertentu di tubuh dan dibiarkan selama 5–15 menit, menciptakan area kemerahan atau ekimosis (memar) yang merupakan tanda peningkatan perfusi jaringan. Bekam kering sangat efektif untuk meredakan nyeri otot dan sendi, mengurangi ketegangan fasia (myofascial release), dan mempercepat pemulihan cedera olahraga. Teknik ini juga sering dipilih oleh pasien yang memiliki kontraindikasi terhadap pengeluaran darah, seperti anemia, tekanan darah rendah, atau sedang dalam terapi antikoagulan.
Bekam Basah — Detoksifikasi Melalui Darah
Di sisi lain, bekam basah menambahkan satu langkah penting setelah vakum: dilakukan insisi superfisial (goresan ringan) pada kulit menggunakan bisturi steril, kemudian cangkir dipasang kembali untuk mengeluarkan sejumlah kecil darah kapiler. Proses ini dipercaya mengeluarkan "darah kotor" atau toksin dari tubuh. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Complementary Therapies in Clinical Practice menunjukkan bahwa bekam basah secara signifikan menurunkan kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida pada pasien dengan dislipidemia.
Mana yang Cocok untuk Anda?
Dari segi indikasi klinis, bekam basah lebih direkomendasikan untuk kondisi yang melibatkan stagnasi darah dan akumulasi toksin — seperti hipertensi esensial, hiperurisemia (asam urat tinggi), migrain kronis, dan sindrom kelelahan kronis. Sementara itu, bekam kering menjadi pilihan utama untuk masalah muskuloskeletal akut, seperti nyeri punggung bawah, nyeri leher, dan kekakuan bahu. Pemilihan antara bekam basah dan bekam kering harus didasarkan pada evaluasi individual oleh terapis yang kompeten. Di Klinik SehatBugar Akupunktur Bandung, setiap calon pasien bekam menjalani skrining awal yang meliputi pemeriksaan tanda vital dan anamnesis menyeluruh sebelum tindakan.
Rosyidha Khoirunnisa, A.Md.Akp
Terapis Akupunktur • SehatBugar Akupunktur Bandung